Wisatawan Kembali Padati Bromo, Polisi Patroli Cegah Karhutla

AKURAT.CO, Wisatawan kembali memadati wisata Bromo setelah dibuka pascakebakaran. Polres Probolinggo memilih memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla),dengan meningkatkan patroli di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Pengawasan dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api sekaligus menjaga keamanan wisatawan.
Personel Polsek Sukapura, Polres Probolinggo, melakukan patroli di kawasan Lautan Pasir, Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Selasa (22/9/2026) pagi. Petugas menyusuri kawasan sambil memantau situasi dan berinteraksi dengan masyarakat maupun wisatawan. Selain persoalan kamtibmas, aktivitas pengunjung yang berpotensi menimbulkan kebakaran menjadi perhatian dalam patroli tersebut.
Baca: Wisata Bromo Dibuka Pascakebakaran, TNBTS Minta Pengunjung Patuh Aturan
Kapolsek Sukapura Iptu Djuwantoro Setyowadi mengatakan peningkatan patroli merupakan bagian dari upaya pencegahan. Menurutnya, potensi karhutla harus diantisipasi sejak dini, terutama ketika aktivitas masyarakat di kawasan wisata kembali meningkat.
“Patroli ini adalah upaya preventif kami untuk menekan risiko karhutla serta memastikan situasi kamtibmas di Bromo tetap kondusif. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat maupun pelancong untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan,” ujar Djuwantoro.
Baca: Wisata Bromo Kembali Dibuka Sabtu 19 September 2026
Kondisi kawasan yang kering membuat kepolisian meminta wisatawan lebih berhati-hati selama berada di Bromo. Aktivitas sederhana yang berkaitan dengan api, termasuk membuang puntung rokok sembarangan, dinilai dapat memicu persoalan apabila dilakukan tanpa memperhatikan kondisi lingkungan. Polisi juga mengingatkan pengunjung untuk tidak membuat api atau perapian di area yang telah dilarang.
“Kami mengimbau wisatawan untuk lebih peduli. Hal kecil seperti puntung rokok yang dibuang sembarangan bisa berdampak fatal dan memicu kebakaran besar di tengah kondisi vegetasi yang mengering,” tegasnya.
Pengawasan tidak hanya dibebankan kepada aparat. Polisi mengajak masyarakat sekitar, pelaku usaha wisata, masyarakat adat, hingga wisatawan turut mengambil peran dalam menjaga kawasan konservasi tersebut. Mereka diminta segera memberikan informasi kepada petugas apabila menemukan kepulan asap, titik api, maupun kondisi lain yang berpotensi mengganggu keamanan kawasan.
Bagi kepolisian, kembali dibukanya Bromo juga harus diikuti dengan meningkatnya kesadaran pengunjung. Sebab, menjaga kawasan dari ancaman kebakaran bukan hanya tugas petugas, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak.
“Sinergi yang kuat antara kepolisian dan masyarakat diharapkan mampu menjaga Gunung Bromo tetap asri, tertib, aman, dan lestari hingga masa mendatang,” pungkas Djuwantoro.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1KKP Segel 1.048 Ton Udang Impor di Jatim, 900 Ton Ditahan di Pasuruan
- 2Pasutri Muda dan Anaknya Tewas Ditabrak Truk di Jalur Surabaya-Malang
- 31.905 Anak Tidak Sekolah, Dispendikbud Kota Pasuruan Luncurkan Program BERGEGAS
- 4Penurunan Kadar Nikotin-Tar dan Varian Rasa Timbulkan Kontraksi Produksi Rokok Legal
- 5Pria Probolinggo Tewas Terbakar di Ladang Tebu
- 6Sapi Curian Jatuh dari Kendaraan, Maling Hewan di Probolinggo Gagal Cuan
- 7Muhammadiyah Tetapkan Ramadan dan Idulfitri 2027
- 8Wisata Bromo Dibuka Pascakebakaran, TNBTS Minta Pengunjung Patuh Aturan
- 9Krisis Air di Pasuruan Meluas ke 10 Desa
- 10Polisi Kembali Tangkap Nelayan Pakai Trawl di Perairan Pasuruan








