Jelang Iduladha Omzet Perajin Tusuk Sate di Tulungagung Meningkat Hingga 200 Persen

AKURAT.CO, Perajin tusuk sate di Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung mendapat berkah menjelang Iduladha. Jumlah pesanan tusuk sate meningkat hingga 200 persen dari hari-hari biasa.
Para perajin mengaku kewalahan dan tidak dapat memenuhi orderan tersebut. Orderan berasal dari seluruh wilayah di Jawa Timur. Meski jumlah pesanan meningkat, namun perajin tidak menaikkan harga.
Salah satu perajin tusuk sate, Sukamto (51), mengatakan permintaan mulai mengalami peningkatan sejak beberapa pekan lalu. Selama ini Sukamto hanya memenuhi kebutuhan tusuk sate untuk lokal saja.
Produksi tusuk sate milik Sukamto sudah cukup modern. Hampir semua tahapan pembuatan tusuk sate menggunakan mesin yang dia rakit sendiri.
Dalam satu hari Sukamto mampu memproduksi tusuk sate mencapai 20 ribu hingga 25 ribu batang. Jumlah itu belum mampu mencukupi permintaan tusuk sate di Tulungagung.
Proses pembuatan tusuk sate harus melewati delapan tahapan. Mulai dari memilah bahan baku bambu, memotong, menjemur, meruncingkan hingga packing. Proses tersebut dilakukan oleh Sukamto dibantu dengan keluarga saja.
“Sebenarnya permintaan di pasar itu banyak, tapi saya belum mampu. Rencananya saya akan mencari karyawan untuk meningkatkan produksi,” paparnya, Jumat (22/5/2026).
Jelang Iduladha, permintaan tusuk sate mengalami kenaikan hingga dua kali lipat dibandingkan hari-hari biasa. Meski permintaan meningkat, Sukamto memastikan harga tusuk sate dari produsen tidak naik.
Ia menjelaskan, meskipun permintaan naik cukup signifikan, harga jual tusuk sate hingga kini masih relatif stabil. Untuk ukuran standar, harga grosir berada di kisaran Rp13.500 per kilogram, sedangkan harga eceran sekitar Rp16.000 per kilogram.
Bahan baku utama berupa bambu petung didatangkan dari wilayah Tulungagung dan Blitar. Lonjakan permintaan juga berdampak pada peningkatan kapasitas produksi.
“Kalau hari biasa, produksi sekitar tiga sampai empat kuintal. Tapi kalau menjelang Iduladha sekarang ini produksi meningkat lebih dari lima kuintal per hari,” jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Korban Meninggal Dalam Upaya Pemadaman Kebakaran Bromo Bertambah Jadi 6 Orang
- 2Tilang Manual Diberlakukan Saat Operasi Patuh Semeru 2026
- 3Kebakaran Kawasan Gunung Arjuno-Welirang Masih Ada di Belasan Titik
- 430 Perusahaan Sediakan 1.500 Lowongan Kerja di Job Fair Kota Pasuruan 2026
- 5Mantan Sekretaris DPRD Jember Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Mamin
- 6Fasilitas Pengolahan Ban Bekas di Mojokerto Kebakaran, Kerugian Ditaksir Rp 2,5 M
- 7Ulah ODGJ di Lamongan Kibarkan Bendera Israel Bikin Resah Warga
- 8Jet Tempur F-16 dan Super Tucano Uji Coba Pendaratan dan Lepas Landas di Tol Paspro
- 91 Ton Sampah Diangkat dari Sungai Gembong Pasuruan Setiap Hari
- 10Polres Pasuruan Bongkar Bisnis LPG Ilegal Omzet Miliaran








