Jatim

Pemkot Pasuruan Salurkan Bansos untuk 622 Warga

Syukron Nuaim Hayat | 12 Maret 2026, 08:36 WIB
Pemkot Pasuruan Salurkan Bansos untuk 622 Warga
Dinas Sosial Kota Pasuruan kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) pangan, bantuan bagi yatim piatu, serta bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas. Bantuan ini bersumber dari APBD Tahun 2026.

AKURAT.CO, Dinas Sosial Kota Pasuruan kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) pangan, bantuan bagi yatim piatu, serta bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas. Bantuan ini bersumber dari APBD Tahun 2026.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Pasuruan, M Nawawi (Mas Nawawi) kepada 622 keluarga penerima manfaat (KPM) dari empat kecamatan di Kota Pasuruan di Gedung Gradika Bhakti Praja, Rabu (11/3/2026). Setiap penerima manfaat dari kelompok Desil 1 hingga Desil 4 mendapatkan bantuan sebesar Rp 600.000 yang diperuntukkan untuk periode Januari hingga Maret 2026.

Mas Nawawi mengatakan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Pasuruan dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama bagi warga yang membutuhkan. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan.

“Ini juga sejalan dengan amanat undang-undang bahwa fakir miskin dipelihara oleh negara,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mas Nawawi juga berharap bantuan yang diberikan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia bahkan mendoakan agar para penerima bantuan ke depan tidak lagi bergantung pada bansos.

“Saya doakan panjenengan semua bisa semakin sejahtera, sehingga nantinya bisa bergantian dengan warga lain yang saat ini belum mendapatkan bantuan,” katanya.

Mas Nawawi mengungkapkan bahwa dirinya kerap turun langsung ke masyarakat dan masih menemukan warga yang seharusnya mendapatkan bantuan namun belum terdata sebagai penerima. Untuk itu ia menekankan pentingnya proses survei dan kejujuran data yang diberikan masyarakat. Mas Nawawi meminta warga memberikan informasi yang akurat ketika didatangi petugas pendata.

“Kalau ada petugas survei datang, sampaikan data yang sebenarnya. Dengan data yang jujur, pemerintah bisa mengambil kebijakan yang tepat dalam memberikan bantuan,” ujarnya.

Wawali pun berharap penyaluran bantuan sosial ini benar-benar tepat sasaran dan dimanfaatkan secara bijak oleh para penerima. Ia menekankan agar bantuan tersebut tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak produktif.

Ke depan, Pemerintah Kota Pasuruan berharap tingkat kemiskinan terus menurun sehingga alokasi APBD dapat dialihkan untuk program pembangunan lainnya yang juga berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.