Puluhan Disabilitas di Tulungagung Dicoret Sebagai Penerima Bansos Gara-Gara Perubahan Desil

AKURAT.CO, Puluhan disabilitas di Tulungagung tidak mendapat bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. Padahal disabilitas merupakan salah satu kelompok sasaran prioritas penerima bansos.
Menurut informasi, puluhan disabilitas itu dicoret sebagai penerima bansos gara-gara perubahan desil. Para warga disabilitas itu menyayangkan adanya perubahan desil yang tidak transparan dan mencoret mereka dari penerima manfaat bantuan.
Ketua Persatuan Cacat Tubuh (Percatu) Tulungagung, Didik Prayitno, membenarkan banyak disabilitas yang keluar dari penerima bansos pemerintah. Padahal beberapa disabilitas sebelumnya mendapat bansos. Ia mengaku mendapatkan banyak keluhan dari rekan sejawatnya yang tiba-tiba dikabarkan tidak lagi menjadi keluarga penerima manfaat.
“Ada disabilitas tahun lalu itu mendapat bansos. Tapi tahun ini tidak mendapat lagi,” ujarnya, Rabu (26/08/2026).
Dari 50 disabilitas yang tergabung di dalam Percatu Tulungagung, ada 20 orang yang semula mendapat bansos kini tidak dapat. Hal itu disebabkan karena ada perubahan desil.
“Sementara yang kami data ada 20 disabilitas yang tidak dapat bansos lagi. Setelah dicek, ternyata mereka masuk desil 5-10,” terangnya.
Pihaknya tidak mengetahui secara pasti penyebab perubahan desil. Padahal para disabilitas membutuhkan bansos untuk menyambung hidup. Apalagi disabilitas menjadi sasaran prioritas pemerintah untuk mendapat bansos.
“Selama ini tidak ada petugas yang datang ke kami, kok tahu-tahu desilnya tinggi,” jelasnya.
Di luar Percatu Tulungagung juga ada disabilitas yang bernasib sama. Mereka tidak mendapat bansos karena perubahan desil yang lebih tinggi.
“Dulu kami pernah datang ke Dinsos Tulungagung untuk minta klarifikasi. Katanya penentuan desil dilakukan oleh Kemensos langsung,” paparnya.
Para disabilitas juga sudah berusaha mendatangi kantor desa untuk mengajukan perubahan desil sesuai rekomendasi Dinsos Tulungagung. Namun setelah tiga bulan, tidak ada perubahan desil.
“Faktanya setelah kami urus ke kantor desa, lebih dari tiga bulan desilnya tetap tinggi,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Korban Meninggal Dalam Upaya Pemadaman Kebakaran Bromo Bertambah Jadi 6 Orang
- 2Kebakaran Kawasan Gunung Arjuno-Welirang Masih Ada di Belasan Titik
- 330 Perusahaan Sediakan 1.500 Lowongan Kerja di Job Fair Kota Pasuruan 2026
- 4Mantan Sekretaris DPRD Jember Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Mamin
- 5Fasilitas Pengolahan Ban Bekas di Mojokerto Kebakaran, Kerugian Ditaksir Rp 2,5 M
- 6Tilang Manual Diberlakukan Saat Operasi Patuh Semeru 2026
- 7Ulah ODGJ di Lamongan Kibarkan Bendera Israel Bikin Resah Warga
- 8Jet Tempur F-16 dan Super Tucano Uji Coba Pendaratan dan Lepas Landas di Tol Paspro
- 91 Ton Sampah Diangkat dari Sungai Gembong Pasuruan Setiap Hari
- 10Polres Pasuruan Bongkar Bisnis LPG Ilegal Omzet Miliaran









