Jatim

Terpental 100 Meter, Remaja Pengendara Beat Tewas Tertabrak Kereta Saat Beli Pertalite di SPBU

Eko Krisyanto | 4 November 2026, 15:57 WIB
Terpental 100 Meter, Remaja Pengendara Beat Tewas Tertabrak Kereta Saat Beli Pertalite di SPBU
Ilustrasi: Kereta Api. - Istimewa.

AKURAT.CO, Seorang remaja berusia 17 tahun tewas tertabrak kereta api penumpang ekonomi di perlintasan rel kereta api Km 43+0, petak jalan Kemloko-Beji, Kabupaten Pasuruan. Korban tertabrak saat hendak melintasi rel menggunakan sepeda motor Honda Beat. Korban diketahui bernama Ilham, warga Dusun Rohkunci, Desa Oro-oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Selasa (3/11/2026) sekitar pukul 22.47 WIB. Korban tertabrak KA penumpang ekonomi PLB 460 C (CLSUPAS) yang melaju dari arah Bangil menuju Surabaya.

Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno menyebutkan, sebelum kejadian korban berangkat bersama sejumlah temannya sekitar pukul 22.00 WIB. Mereka menggunakan dua sepeda motor dan sempat berhenti di sekitar perlintasan rel kereta api.

Saat itu, korban bersama salah seorang temannya pergi ke SPBU di Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, untuk membeli BBM jenis Pertalite menggunakan sepeda motor Suzuki Thunder. BBM tersebut kemudian dipindahkan ke dalam jeriken.

Setelah itu, korban kembali ke SPBU seorang diri menggunakan sepeda motor Honda Beat untuk membeli Pertalite lagi. Namun, saat melintas di perlintasan rel Km 43+0 petak jalan Kemloko-Beji, sebuah kereta api melaju dari arah timur ke barat.

"Seorang saksi bernama Guntur Dwi Alfianto yang berada di lokasi sempat berusaha menghalau dan meneriaki korban agar tidak menyeberang. Kereta api juga telah membunyikan klakson peringatan. Namun, korban diduga tidak mendengar peringatan tersebut sehingga tetap melintas," terang Joko, Rabu (4/11/2026).

Akibatnya, korban bersama sepeda motornya tertabrak kereta api. Tubuh korban terpental hingga sekitar 100 meter dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Petugas kepolisian yang menerima laporan masyarakat langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi. Jenazah korban kemudian dievakuasi petugas ke RSB Watukosek, Kecamatan Gempol, untuk dilakukan pemeriksaan luar atau visum.

"Pihak keluarga tidak bersedia dilakukan autopsi," jelas Joko.

Polisi telah mengamankan pakaian yang dikenakan korban serta sepeda motor Honda Beat warna hitam sebagai barang bukti. Petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.