Jatim

Perbaikan Rel Perlintasan Latek Bangil Picu Kemacetan Parah

Eko Krisyanto | 5 November 2026, 10:58 WIB
Perbaikan Rel Perlintasan Latek Bangil Picu Kemacetan Parah
Pengendara yang melintas di perlintasan. - Istimewa. - Netizen.

AKURAT.CO, Perbaikan geometri jalur rel di perlintasan sebidang JPL 104 Km 50+511, petak jalan Bangil–Pasuruan (BG–PS), Latek, memicu kemacetan parah di jalan nasional yang menghubungkan Surabaya dan Probolinggo. Antrean panjang kendaraan mengular hingga beberapa kilometer dari kedua arah.

Pantauan Kamis (5/11/2026) kemacetan panjang tampak di kedua arah akibat kendaraan besar dan roda empat memperlambat lajunya saat melintasi rel. Penumpukan kendaraan tidak terhindarkan.

Pengguna roda dua banyak yang terhambat karena roda terjebak batu balas yang berceceran. Mereka harus berhati agar tidak terpeleset.

“Sudah beberapa hari ini saat berangkat dan pulang kerja selalu terjebak macet panjang. Belum lagi saat melintasi rel harus ekstra hati-hati agar tidak terpeleset,” ujar salah seorang pengguna jalan yang rutin melintas, Aqil, Kamis (5/11/2026).

Kondisi semakin mengkhawatirkan karena tidak ada petugas yang mengatur lalu lintas. Pengatur arus lalu lintas dibutuhkan untuk membantu mengurai kepadatan maupun memandu pemotor yang kesulitan melintas.

"Ngeri kalau lewat apalagi pas banyak truk besar," ujar Wulan, pengendara lain.

Penumpukan kendaraan terjadi di kedua arah, dan paling parah pada pagi dan sore. Bahkan pada Rabu (4/11/2026) sore, ekor kemacetan dari arah timur mulai dari depan kantor DPRD Kabupaten Pasuruan. Sementara dari arah sebaliknya kepadatan arus lalu lintas terasa sejak kawasan Alun-Alun Bangil.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember melakukan perbaikan geometri jalur rel di perlintasan sebidang JPL 104 Km 50+511, petak jalan Bangil–Pasuruan (BG–PS). Perbaikan dijadwalkan mulai 30 Oktober hingga 13 November 2026. 

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan, pekerjaan ini dilakukan untuk mendukung peningkatan batas kecepatan kereta api dari 70 kilometer per jam menjadi 110 kilometer per jam. Perbaikan dilakukan dengan menyesuaikan elevasi dan kestabilan jalur rel. 

"Tahapan pekerjaan meliputi pembongkaran aspal, pengurasan balas kotor, pengangkatan rel, penstabilan geometri hingga pengaspalan akhir," kata Cahyo, Rabu (28/10/2026).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.